Kabupaten Bekasi || Potretpublik – Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja bersama Forkopimda meninjau langsung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Digital 51 RW 14 Perumahan Bumi Sani, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, pada Minggu (20/9/2026).
“Pelaksanaan pemungutan suara Pilkades hari ini berdasarkan laporan dan pantauan langsung kondisinya berjalan aman dan terkendali. Antusiasme masyarakat juga terlihat cukup tinggi,” kata Plt Bupati Asep Surya Atmaja saat meninjau TPS 51.
Peninjauan tersebut untuk melihat secara langsung kondisi pemungutan suara sekaligus memastikan proses Pilkades berjalan tertib dan lancar. Berdasarkan kondisi di lapangan, tidak ditemukan gangguan berarti selama proses pemungutan suara berlangsung.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh proses berjalan tertib, masyarakat dapat memberikan hak pilihnya dengan nyaman, dan situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Tingginya partisipasi warga terlihat dari aktivitas masyarakat yang datang ke lokasi TPS. Kondisi tersebut tetap dapat dikelola karena penataan lokasi TPS mendukung kelancaran arus pemilih.
Di salah satu lokasi yang ditinjau, terdapat sembilan TPS yang berada dalam satu area lapangan. Penempatan beberapa TPS dalam satu kawasan tersebut turut membantu mengatur antrean dan memperlancar alur pemungutan suara.
“Dengan penataan TPS yang baik, masyarakat bisa datang, memberikan hak pilihnya, kemudian prosesnya berjalan dengan tertib,” kata Asep.
Asep menegaskan, seluruh pihak diimbau menjaga situasi tetap kondusif hingga seluruh rangkaian Pilkades selesai, termasuk pada tahapan penghitungan suara.
“Kita berharap kondisi yang aman dan tertib ini terus terjaga sampai seluruh tahapan selesai, termasuk proses penghitungan suara,” katanya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang dinilai menunjukkan tingginya partisipasi warga dalam pelaksanaan Pilkades. Namun, antusiasme tersebut tetap perlu diimbangi dengan ketertiban agar tidak menimbulkan kerumunan yang dapat mengganggu proses penghitungan.
“Antusiasme masyarakat ini tentu kita apresiasi, tetapi tetap harus menjaga ketertiban supaya seluruh tahapan bisa berjalan dengan baik,” ujar Asep.
Sementara itu Camat Tambun Selatan, Sopyan Hadi mengatakan terkait proses penghitungan suara, Sopyan menilai pengelompokan pemilih dalam TPS dengan jumlah sekitar 500 orang dapat membantu mempercepat proses rekapitulasi di tingkat desa.
“Yang digital sudah pasti dia duluan. Yang biasa juga saya pikir cepat, karena cuma 500, tinggal nanti dihitung di desa masing-masing,” ujarnya.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sistem pemungutan suara sebelumnya yang menggunakan konsep satu panggung dengan jumlah pemilih sangat besar. Menurutnya, sistem pengelompokan TPS membuat proses penghitungan lebih mudah dikelola.
“Kalau satu panggung itu ribet. Contohnya Desa Setia Mekar, pemilihnya bisa sekitar 41 ribu. Sekarang sudah lebih nyaman karena dikelompokkan per 500, tinggal dihitung di desa masing-masing,” tuturnya.
Sopyan juga meminta seluruh calon kepala desa dan pendukungnya menahan diri serta menerima hasil pemilihan dengan sikap dewasa. Ia berharap tidak terjadi gesekan setelah pemungutan suara selesai.
“Mudah-mudahan masing-masing paslon juga menahan diri. Siapa pun yang mendapatkan rezekinya, nanti kita lihat hasilnya,” pungkasnya. (Red)



