Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintahan

Resmi Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja Komitmen Jalankan Amanat Gubernur Jabar Untuk Tingkatkan Pelayanan Dasar Bagi Masyarakat

1347
×

Resmi Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja Komitmen Jalankan Amanat Gubernur Jabar Untuk Tingkatkan Pelayanan Dasar Bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : dr. Asep Surya Atmaja resmi dilantik sebagai Bupati Bekasi sisa massa jabatan 2025-2030 oleh Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi bertempat di Gedung Bale Pakuan, Bandung, Jumat (23/10/2026).

Bandung || Potretpublik – dr.Asep Surya Atmaja resmi dilantik sebagai Bupati Bekasi untuk Sisa Masa Jabatan 2025–2030 oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bale Pakuan, Bandung, Jumat (23/10). Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3282 Tahun 2026 tentang Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Pengesahan Pemberhentian Wakil Bupati Bekasi.

Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan definitif dr. Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi hingga akhir periode 2025–2030. Dengan pengangkatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi diharapkan semakin memperkuat kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta percepatan pembangunan daerah yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Usai pelantikan, Bupati Bekasi menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanat Gubernur Jawa Barat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat, termasuk sektor kesehatan. Ia menegaskan bahwa akses terhadap layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas yang akan terus diperkuat melalui optimalisasi kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Apa yang menjadi amanat Pak Gubernur akan kami tindak lanjuti dan laksanakan di Kabupaten Bekasi. Khusus untuk pelayanan kesehatan, kami akan berupaya memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat dapat aktif secara menyeluruh, sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis bisa mendapatkan akses pengobatan dengan lebih mudah,” ujarnya.

Menurutnya, jaminan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipastikan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan kepesertaan BPJS Kesehatan agar tidak ada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan hanya karena kendala pembiayaan.

“Kami ingin masyarakat Kabupaten Bekasi mendapatkan kepastian dalam mengakses pelayanan kesehatan. Jangan sampai masyarakat yang sedang sakit justru terbebani persoalan biaya karena kepesertaan jaminan kesehatannya tidak aktif. Ini menjadi perhatian kami untuk terus dibenahi agar pelayanan kesehatan semakin merata dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Asep menambahkan, upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan capaian Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Bekasi pada tahun berikutnya. Melalui penguatan kepesertaan BPJS Kesehatan serta optimalisasi pemanfaatan program jaminan kesehatan, pemerintah daerah berkomitmen memperluas perlindungan kesehatan bagi masyarakat, termasuk melalui skema bantuan kepesertaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami akan berupaya meningkatkan capaian UHC agar semakin banyak masyarakat yang terlindungi jaminan kesehatan. Harapannya, masyarakat yang membutuhkan pengobatan dapat memperoleh pelayanan sesuai ketentuan BPJS Kesehatan, termasuk bagi peserta yang dijamin melalui program pemerintah. Prinsipnya, akses pelayanan kesehatan harus semakin mudah, merata, dan tidak diskriminatif,” ungkapnya.

Selain sektor kesehatan, Bupati Bekasi juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur daerah. Pembangunan tersebut akan diarahkan pada peningkatan kualitas dan pemerataan infrastruktur, terutama yang menunjang mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mendukung konektivitas antar wilayah di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga :  Launching Program Makan Bergizi Gratis di Pebayuran, Pj Bupati Harapkan Cetak Generasi Sehat dan Berdaya Saing

Menurut Asep, pembangunan infrastruktur harus dilaksanakan secara terarah dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan skala prioritas pembangunan daerah. Infrastruktur yang berkualitas dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan publik, meningkatkan produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

“Infrastruktur tetap menjadi perhatian kami. Kami akan melanjutkan pembangunan sesuai kebutuhan dan prioritas daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Perbaikan jalan, peningkatan konektivitas wilayah, dan infrastruktur pendukung lainnya harus terus didorong agar aktivitas masyarakat semakin lancar dan perekonomian daerah semakin berkembang,” katanya.

Dengan dimulainya kepemimpinan definitif tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi diharapkan semakin fokus dalam menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. Penguatan pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan Kabupaten Bekasi yang semakin maju dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Asep menegaskan bahwa amanah sebagai Bupati Bekasi merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kerja nyata, komitmen, dan keberpihakan kepada masyarakat.

“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana pemerintah hadir untuk masyarakat. Kami akan berupaya menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, menindaklanjuti arahan Gubernur, dan memastikan program-program prioritas pemerintah daerah berjalan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.” pungkasnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan sejumlah amanat kepada Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, usai pelantikan ia mengapresiasi dedikasi dan kerja keras Asep Surya Atmaja dalam menjalankan pemerintahan, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan kesehatan di Kabupaten Bekasi.

Dedi menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi salah satu fokus utama kepemimpinan Asep Surya Atmaja. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih kepada masyarakat asli Kabupaten Bekasi yang menghadapi tekanan ekonomi, agar mereka tetap memperoleh hak dan akses terhadap pelayanan dasar secara layak.

“Hari ini saya minta Bupati Bekasi fokus mengurus Kabupaten Bekasi, terutama pelayanan kesehatan. Masyarakat, khususnya warga asli Kabupaten Bekasi yang tersisihkan dalam pergulatan ekonomi, harus mendapatkan perhatian. Jangan sampai mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena kondisi ekonominya,” tegas Dedi.

Selain kesehatan, Dedi juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi. Ia meminta agar pendidikan menjadi prioritas pembangunan daerah, termasuk mendorong akses pendidikan gratis hingga perguruan tinggi, sehingga keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.

“Pendidikan juga harus mendapatkan perhatian serius. Saya ingin anak-anak di Kabupaten Bekasi memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, bahkan hingga perguruan tinggi, tanpa terhambat persoalan biaya. Pemerintah harus hadir memastikan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki masa depannya melalui pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Bekasi Targetkan Pembangunan Jembatan Citarum di Pantai Bakti Rampung Akhir Tahun

Dedi selanjutnya meminta Asep Surya Atmaja untuk memimpin seluruh perangkat daerah dan organisasi pemerintahan di Kabupaten Bekasi secara optimal. Ia menekankan bahwa kepemimpinan kepala daerah harus mampu menggerakkan seluruh organisasi perangkat daerah agar bekerja secara terarah, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan tata kelola anggaran yang efektif. Setiap belanja daerah perlu disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, sehingga anggaran yang tersedia benar-benar memberikan manfaat dan menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan.

“Saya minta Bupati Bekasi memimpin seluruh organisasi pemerintahan dengan baik. Tingkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Belanjakan anggaran sesuai kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat yang jelas bagi rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dedi menyoroti pentingnya pembenahan Kabupaten Bekasi secara menyeluruh, terutama dalam penataan wilayah dan tata kota. Ia berharap kepemimpinan Asep Surya Atmaja mampu menghadirkan perubahan yang nyata melalui pembangunan wilayah yang lebih tertata, lingkungan yang lebih baik, serta infrastruktur yang mendukung kenyamanan dan produktivitas masyarakat.

Dedi menyampaikan bahwa Kabupaten Bekasi membutuhkan pendekatan pembangunan yang seimbang, yakni penataan kawasan perkotaan yang terencana dan pengelolaan wilayah perdesaan yang lebih baik. Hal tersebut sejalan dengan semangat “Bekasi Lembur Diurus, Kota Ditata” sebagai arah pembenahan wilayah yang perlu diwujudkan melalui kerja nyata pemerintah daerah.

“Dibawah kepemimpinan Bupati Asep Surya Atmaja, Kabupaten Bekasi harus menjadi lebih baik. Penataan wilayah dan tata kotanya harus dibenahi. Kita ingin Bekasi yang wilayah perdesaan atau lemburnya diurus dengan baik dan kawasan kotanya ditata secara optimal. Saatnya Bekasi berbenah, saatnya Bekasi berubah,” ungkap Dedi.

Ia juga mengingatkan bahwa memimpin Kabupaten Bekasi membutuhkan integritas, keberanian, dan ketegasan dalam mengambil keputusan. Dengan karakteristik masyarakat yang semakin beragam serta dinamika pembangunan yang terus berkembang, kepala daerah dituntut mampu menjaga kepentingan seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang.

Dedi berharap Asep Surya Atmaja dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat. Keberanian dalam melakukan pembenahan, menurutnya, menjadi salah satu kunci untuk mendorong perubahan dan memastikan pembangunan Kabupaten Bekasi berjalan lebih optimal.

“Diperlukan nyali dan keberanian untuk melakukan perubahan, apalagi masyarakat Kabupaten Bekasi semakin beragam. Karena itu, pemimpinnya harus memiliki integritas, berani mengambil keputusan yang benar, dan terus bergerak maju. Jangan berhenti melakukan pembenahan demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (Red)