Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pendidikan

Disinyalir Bolos Kerja Demi Plesiran Ke Bali, Kepsek SMP Se-Kota Bekasi Jadi sorotan

1477
×

Disinyalir Bolos Kerja Demi Plesiran Ke Bali, Kepsek SMP Se-Kota Bekasi Jadi sorotan

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Kepala Sekolah SMP di Kota Bekasi sedang makan bersama di Pulau Bali.

Kota Bekasi || PotretPublik – Sejumlah kepala SMP Kota Bekasi diduga bolos untuk plesiran ke pulau Bali saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan pada tanggal 15 Januari tahun 2026.

Berdasarkan informasi yang diterima Potret Publik, plesiran para kepala sekolah diorganisir Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Mereka diduga bolos atau meninggalkan tugasnya pada 15 – 18 Januari 2026 ke pulau Wisata Internasional tersebut.

Ketua DPD Pemerhati Barang Jasa Jabar, Jesa Simarmata mengatakan, seyogyanya kepala sekolah dan Dinas pendidikan Kita Bekasi memberikan tauladan tentang kedisiplinan kepada guru dan murid. “Kalau murid atau guru yang bolos, mereka dihukum. Sedangkan mereka bebas bersantai bahkan diizinkan Disdik.” Ujar Jesa Simarmata, hari Rabu tanggal 25 Pebruari 2026.

Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Agus Enap mengatakan, mereka berangkat pukul 13:00 WIB dari Kota Bekasi, 6 jam lebih awal untuk menghindari kemacetan. “Berdasarkan data berangkat itu, sekitar jam 1, jam 2 siang, karena take off itu jam 7 atau 8 (Malam). Jam 2 berangkat (dari Kota Bekasi), kan takut macet jam 7-an gitu, supaya masuk ke boardingnya kan enak, lebih leluasa waktunya. Berangkat bareng. Titiknya (keberangkatan) di situ dekat SMP 2.” Kata Agus Enap, Senin tanggal 2 Maret, di ruang kerjanya.

Baca Juga :  SMA Negeri 2 Sukatani Gelar Giat Pesantren Ekologi Ramadan

Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dituntut kepatuhannya tidak terkecuali kedisiplinan waktu saat bertugas, justru meninggalkan tugas demi kepentingan pribadi. Dalam kegiatan pembelajaran, sambung Agus Enap, wakil kepala sekolah dan guru dapat mewakili kepala sekolah saat tengah tidak berada di sekolah termasuk saat mereka liburan. “Pagi sampai jam 12 mereka (Kepala sekola) di sekolah. Absen sorenya kena potong ngga masalah. Mungkin kena potong. Kan bisa izin sebelum berangkat.” Imbuhnya.

Ketua MKKS SMP Kota Bekasi, Mukti Wahyudin mengatakan, sebelum berangkat, secara lisan mereka sudah meminta izin kepada kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain. “Lisan saja, tidak ada surat.” kata Mukti Wahyudin, di SMP Negeri 1 Kota Bekasi, Senin (2/3/2026)

Menurut Mukti, tidak ada salahnya berlibur karena biaya ditanggung sendiri. “Apa salahnya? Memang kepala sekolah ngga boleh healing.” ujarnya dengan bertanya seraya membenarkan.

Kepala SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Sungkowati mengatakan, mereka berlibur ke Bali untuk refreshing. “Memang kenapa. Dana Pribadi. Sekadar refreshing. Mang kepala sekolah ga boleh refreshing ya.” ujar Sungkowati melalui pesan WhatsApp. Kamis,(26/2/2026)

Walaupun sempat berdalih mereka berlibur pada hari libur, pada akhirnya Sungkowati merubah jawabanya, bahwa tanggal 15 Januari, ia dan kepala sekolah lainnya, berada di sekolah sejak pagi tanggal 15 Januari. “Lah, kami berangkat hari libur. Mau jam 3 pagi atau jam 3 siang, itu tandanya 15 Januari kami masih bertugas.” Kata Sungkowati.

Baca Juga :  Bey Machmudin Buka Musyawarah Besar Ikatan Alumni Unpad XI Ketua IKA Unpad terpilih diharapkan tingkatkan sinergi dan kualitas pendidikan

Saat ditanya tentang kedisiplinan, Agus Enap mengatakan, para kepala sekolah memberitahukan akan meninggalkan tugas hanya beberapa jam. “Berapa lama waktunya ketika mereka tidak di sekolah. Kayak tadi, pagi masih di sekolah, siang jam 12, jam 1 ngga ada di sekolah. Hanya berapa jam tuh ketika mereka tidak berada di sekolah. Terserah kalau dibilang tidak disiplin. Tapi mereka sudah memberitahukan kepada pimpinan yang lebih tinggi (Kadisdik Kota Bekasi), bahwa kami akan berangkat. Jam sekian berangkatnya.” Pungkas Agus Enap.

Kendati para kepala sekolah sudah memberikan pemberitahuan kepada atay diberikan Kepala Dinas Pendidikan, tidak ada penjelasan urgensi atau manfaat bagi dunia pendidikan ke pulau Dewata Bali, selain meninggalkan tugas demi kesenangan atau kepentingan pribadi.

“Kesan yang ditunjukkan, para kepala sekolah seenaknya mengesampingkan tugas demi kesenangan pribadi, tanpa penilaian manfaat oleh pejabat Disdik Kota Bekasi.” Pungkas Jesa Simarmata. (Ricardo/Red)