Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PemerintahanBudaya

Ketua DPRD Karawang H Endang Sodikin : Kirab Mahkota Binokasih Momentum Kebangkitan Budaya dan Identitas Sunda

1625
×

Ketua DPRD Karawang H Endang Sodikin : Kirab Mahkota Binokasih Momentum Kebangkitan Budaya dan Identitas Sunda

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin menghadiri kirab budaya milangkala tatar sunda, Sabtu (9/5/2026).

Kabupaten Karawang || Potretpublik – Ribuan warga tumpah ruah memadati ruas jalan utama Kabupaten Karawang dalam gelaran Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung meriah, Minggu. Antusiasme masyarakat terlihat sejak rombongan kirab melintas dari Jalan Arif Rahman Hakim hingga menuju pelataran Masjid Agung Karawang.

Lautan manusia yang memenuhi sepanjang jalur kirab menjadi pemandangan yang begitu mencolok. Bahkan, kepadatan warga membuat arus pergerakan peserta kirab berjalan sangat perlahan. Masyarakat dari berbagai kalangan tampak rela berdiri berjam-jam demi menyaksikan langsung kedatangan Mahkota Binokasih, simbol sakral peninggalan Kerajaan Pajajaran yang sarat nilai sejarah dan filosofi budaya Sunda.

Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin, turut hadir langsung dalam kegiatan budaya tersebut. Ia mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme masyarakat Karawang terhadap warisan budaya leluhur.

Menurutnya, membludaknya warga yang hadir dalam kirab budaya itu menunjukkan bahwa masyarakat Karawang masih memiliki rasa bangga dan cinta yang kuat terhadap identitas budaya Sunda.

“Kerumunan warga yang begitu padat sampai sulit berjalan kaki menjadi bukti bahwa masyarakat Karawang masih sangat mencintai budaya dan sejarah leluhurnya,” ujar H. Endang usai kegiatan. Sabtu, (9/5/2026)

Ia menegaskan bahwa kehadiran Mahkota Binokasih di Karawang bukan hanya sekadar seremoni budaya, melainkan momentum penting untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para karuhun Sunda.

Mahkota Binokasih sendiri dikenal sebagai simbol kebesaran Kerajaan Pajajaran. Dalam pandangan H. Endang, mahkota tersebut memiliki filosofi mendalam tentang kepemimpinan, dedikasi, serta kasih sayang pemimpin kepada rakyatnya.

Baca Juga :  Bupati Karawang Resmi Lantik 6482 PPPK Paruh Waktu

“Mahkota ini memiliki makna filosofi kaitan dengan kasih sayang seorang pemimpin kepada rakyatnya. Di dalamnya ada nilai kemuliaan dan dedikasi,” katanya.

Keterangan Foto : Krab Budaya Milangkala Tatar Sunda bertempat di Alun Alun Karawang.

Ia juga menyinggung nilai luhur Tri Tangtu yang menjadi salah satu fondasi kehidupan masyarakat Sunda. Menurutnya, filosofi Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh harus terus dijaga serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai orang Sunda, kita harus mampu memetik pesan Tri Tangtu. Bagaimana Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh tercermin dalam setiap ucapan maupun perbuatan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Endang menilai Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda menjadi langkah konkret dalam implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Ia menyebut Karawang memiliki hubungan sejarah yang sangat erat dengan Kerajaan Pajajaran. Salah satu keterkaitan sejarah itu muncul melalui sosok Nyi Subang Larang yang memiliki jejak penting dalam perjalanan sejarah Sunda dan penyebaran Islam di tanah Jawa Barat.

“Sejarah mencatat bagaimana Nyi Subang Larang menuntut ilmu kepada Syekh Quro hingga menemukan jodohnya di Karawang. Hubungan sejarah itulah yang melahirkan momentum kedatangan Mahkota Binokasih hari ini,” jelasnya.

Tak hanya berbicara soal sejarah, Ketua DPRD Karawang itu juga menitipkan pesan khusus kepada generasi muda di tengah derasnya arus budaya asing dan perkembangan zaman modern.

Menurutnya, generasi muda Sunda tidak boleh kehilangan akar budaya dan identitas daerahnya sendiri. Ia mengingatkan bahwa para leluhur Sunda telah mewariskan sistem kehidupan yang tertata, mulai dari tata kelola pemerintahan, kehidupan sosial masyarakat, hingga konsep menjaga lingkungan hidup.

Baca Juga :  Bupati Karawang Aep Saepulloh Berbagi Kebahagiaan dengan Warga Anggadita

“Jati diri bangsa dan daerah ada pada sejarahnya. Jangan sampai anak muda hari ini kehilangan jati diri sebagai orang Sunda karena tergerus budaya asing,” tegasnya.

Ia menambahkan, leluhur Sunda telah meninggalkan konsep pembangunan dan kehidupan sosial yang sangat baik. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga sekaligus melestarikannya.

“Leluhur kita sudah mewariskan sistem pembangunan yang hebat. Tugas kita hari ini adalah menjaga, merawat, dan mencintainya,” tambah H. Endang.

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Karawang pun diharapkan menjadi momentum kebangkitan budaya lokal sekaligus penguat identitas daerah di tengah modernisasi.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diyakini mampu memperkuat posisi Karawang sebagai daerah yang berkembang secara modern namun tetap berpijak pada akar sejarah dan budaya Sunda yang kuat.

Masyarakat yang hadir pun terlihat begitu antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen kirab menggunakan telepon genggam mereka. Beberapa di antaranya bahkan datang bersama keluarga untuk mengenalkan sejarah budaya Sunda kepada anak-anak mereka sejak dini.

Fenomena ini menunjukkan bahwa semangat menjaga budaya lokal masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Karawang. Kehadiran Mahkota Binokasih menjadi simbol pemersatu yang mampu membangkitkan rasa bangga terhadap identitas Sunda di berbagai kalangan.

Dengan tingginya perhatian masyarakat terhadap kegiatan budaya seperti ini, Karawang dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pengembangan kebudayaan Sunda di Jawa Barat. (Dnh/Red)