Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Olahraga

Turnamen Antar Pelajar Wibawa Mukti Open 2026 Disorot, Ketua Pelaksana Akui Rangkap Tugas Medis

1429
×

Turnamen Antar Pelajar Wibawa Mukti Open 2026 Disorot, Ketua Pelaksana Akui Rangkap Tugas Medis

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : Turnamen Pelajar Wibawa Mukti Open 2026.

Kabupaten Bekasi || Potretpublik — Dugaan minimnya dukungan medis dalam pelaksanaan Turnamen Antar Pelajar Wibawa Mukti Open 2026 mendapat perhatian setelah pihak penyelenggara mengakui tidak adanya petugas medis yang secara khusus berjaga selama pertandingan berlangsung.

Sebelumnya, keberadaan tim medis menjadi sorotan lantaran di lokasi pertandingan tidak terlihat petugas kesehatan yang secara khusus ditempatkan di pinggir lapangan untuk menangani kondisi darurat maupun cedera peserta.

Dalam konfirmasi melalui percakapan WhatsApp, Ketua Pelaksana Turnamen Antar Pelajar Wibawa Mukti Open 2026, Dian, mengakui dirinya turut merangkap sebagai petugas medis. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya memiliki latar belakang pendidikan atau keterampilan di bidang masseur, yakni tenaga yang memiliki keahlian dalam teknik pijat atau terapi.

“Saya tim, ngerangkap tim medis juga, Bang,” ujar Dian dalam percakapan tersebut. Minggu (23-08-2026)

Ketika ditanyakan apakah dirinya merupakan satu-satunya pihak yang menjalankan tugas medis, Dian menjawab bahwa biasanya tugas tersebut ditangani oleh dirinya.

“Iya, biasanya saya aja, Kang,” katanya.
Dian kemudian membenarkan bahwa tidak terdapat petugas medis khusus yang ditugaskan selama turnamen berlangsung.
“Iya betul, makanya saya ngerangkap, Bang,” ujarnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Bekasi Optimis Kabupaten Bekasi Raih Hasil Maksimal di Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi

Lebih lanjut, Dian mengungkapkan bahwa dirinya tidak hanya menjalankan fungsi medis. Dalam pelaksanaan turnamen, ia juga merangkap sebagai referee dan admin.
“Referee iya. Medis iya. Admin iya. Semuanya dah, Kang,” ungkapnya.
Keterangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan sistem keselamatan peserta dalam turnamen olahraga pelajar tersebut.

Pasalnya, tugas referee, petugas medis, dan administrasi memiliki fungsi serta tanggung jawab yang berbeda. Referee harus fokus mengawasi jalannya pertandingan, sementara petugas medis idealnya dapat memberikan perhatian penuh terhadap kondisi pemain ketika terjadi cedera, benturan, pingsan, sesak napas, maupun kondisi darurat lainnya.

Terlebih, pertandingan bulu tangkis memiliki risiko cedera yang beragam. Cedera tidak hanya berupa kaki terkilir atau cedera otot, tetapi juga dapat terjadi kondisi seperti kelelahan berat maupun gangguan pernapasan yang membutuhkan penanganan cepat.

Dalam pemantauan di lokasi pertandingan, juga menjadi perhatian karena tidak terlihat adanya tabung oksigen yang dapat digunakan sebagai bagian dari penanganan awal apabila terjadi kondisi darurat.

Persoalan dalam pelaksanaan turnamen tersebut bukan semata-mata mengenai ada atau tidaknya seseorang yang dapat memberikan pertolongan pertama.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah sistem keselamatan peserta telah dipersiapkan secara memadai dan mampu bekerja ketika terjadi keadaan darurat.

Baca Juga :  Ribuan Pesepeda Meriahkan Fun Bike dan Extreme Cross Country HUT Kabupaten Bekasi ke-75

Publik, khususnya para orang tua peserta, berhak mengetahui sejauh mana kesiapan penyelenggara dalam menyediakan fasilitas keselamatan, antara lain:

* Petugas medis khusus selama pertandingan;
* Kotak P3K dan perlengkapan pertolongan pertama;
* Prosedur penanganan cedera dan kondisi darurat;
* Sarana transportasi atau ambulans apabila diperlukan;
* Peralatan pendukung penanganan kondisi darurat, termasuk oksigen bila memang dibutuhkan;

Petugas kesehatan pengganti apabila petugas utama berhalangan. Apalagi kegiatan tersebut melibatkan pelajar sebagai peserta, sehingga aspek keselamatan seharusnya menjadi salah satu prioritas utama penyelenggara.

Keterangan dari ketua pelaksana yang mengaku merangkap sebagai referee, medis, sekaligus admin kini menjadi bagian penting untuk ditelusuri lebih lanjut. Penyelenggara diharapkan dapat menjelaskan secara terbuka mengenai standar keselamatan, fasilitas medis, serta prosedur penanganan keadaan darurat yang diterapkan selama Turnamen Antar Pelajar Wibawa Mukti Open 2026.

Potret Publik akan terus melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang dan memastikan fakta mengenai kesiapan medis dalam turnamen tersebut.(AJ)