Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Polri

Polda Jabar Bentuk Satgas Gabungan Demi Ungkap Kasus Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan Berat

1249
×

Polda Jabar Bentuk Satgas Gabungan Demi Ungkap Kasus Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan Berat

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : Konferensi Pers Polda Jawa Barat dipimpin Kabid Humas Kombespol Hendra Rochmawan, S.I.K saat memberikan keterangan dalam pengungkapan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat, Rabu (24/6/2026).

Bandung || Potretpublik – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) terus mendalami kasus dugaan tindak pidana penyekapan dan penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh seorang berinisial TH. Untuk mengungkap kasus tersebut secara komprehensif, Polda Jabar telah membentuk satuan tugas (Satgas) gabungan yang melibatkan sejumlah direktorat terkait.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., dalam keterangan pers di Mapolda Jabar, Rabu (24/6/2026).

Menurut Hendra, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek dalam perkara tersebut, termasuk sinkronisasi data dan penelusuran sejumlah rekening yang diduga berkaitan dengan kasus yang tengah menjadi perhatian publik itu.

“Kami telah melakukan evaluasi dan melaporkan perkembangan penanganan kasus ini kepada pimpinan. Namun demikian, masih banyak hal yang harus kami dalami, kami gali, dan kami sinkronisasikan, termasuk terkait sejumlah rekening yang sedang ditelusuri,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, dalam dua hari terakhir penyidik bekerja secara intensif untuk mengumpulkan alat bukti dan memastikan kondisi korban. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemeriksaan medis secara menyeluruh di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Baca Juga :  Polsek Cikarang Utara Amankan Dua Pria Diduga Edarkan Obat Keras Tramadol Tanpa Izin, 481 Butir Disita

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa korban dalam kondisi sehat secara jasmani dan rohani. Selain itu, korban juga telah menjalani pemeriksaan psikologis dan tes urine dengan hasil negatif.

“Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi fisik korban dalam keadaan sehat. Pemeriksaan psikologis juga telah dilakukan, demikian pula tes urine yang hasilnya negatif,” jelasnya.

Polda Jabar juga menegaskan bahwa hingga saat ini penyidik masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari berbagai keterangan saksi dan alat bukti yang telah dikumpulkan. Oleh karena itu, kepolisian meminta masyarakat dan insan pers untuk bersabar menunggu perkembangan resmi dari proses penyidikan.

“Kami mohon kesabaran rekan-rekan media karena penyelidikan dan penyidikan masih berlangsung. Saat ini kami belum dapat menyampaikan informasi lebih rinci. Namun kami pastikan seluruh proses akan dilakukan secara profesional, prosedural, transparan, dan akuntabel,” tegas Hendra.

Baca Juga :  Komisi III DPR RI Beri Penghargaan ke Kapolres Metro Bekasi atas keberhasilan mengawal konflik antara Warga dengan Pengembang secara damai

Dalam penanganan kasus ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) menjadi leading sector penyidikan. Meski demikian, Polda Jabar telah memutuskan untuk melibatkan berbagai unsur dan direktorat guna mempercepat pengungkapan perkara.

Satgas yang dibentuk terdiri dari personel Ditreskrimum, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Direktorat Reserse Siber, Direktorat Reserse Narkoba, serta unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Keterlibatan lintas fungsi tersebut diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta secara menyeluruh hingga kasus selesai.

“Kami telah membentuk Satgas gabungan yang melibatkan seluruh fungsi terkait. Ini menjadi satu kesatuan yang utuh dalam mengungkap perkara ini hingga tuntas dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” pungkasnya.

Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut secara menyeluruh serta memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (Iis/Red)