Jakarta || Potretpublik – Pemerintah Kabupaten Bekasi berhasil meraih penghargaan Excellence in Integrated Disaster & Crisis Management dalam ajang CNN Indonesia Awards 2026. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, dalam acara penganugerahan yang berlangsung di JW Marriott Hotel, Jakarta, pada Jumat (6/11).
Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya Pemkab Bekasi dalam memperkuat pengelolaan dan mitigasi bencana melalui koordinasi serta kolaborasi lintas sektor, baik dalam penanganan kekeringan maupun langkah antisipasi menghadapi potensi banjir.
Pada kegiatan tersebut, Bupati Asep menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Bekasi. Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi.
“Alhamdulillah, Kabupaten Bekasi mendapatkan CNN Indonesia Awards 2026 untuk kategori pengelolaan bencana dan krisis secara terpadu. Selama ini, kami terus memperkuat sistem mitigasi dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, BPBD, BNPB, hingga PMI. Penghargaan ini tentu menjadi hasil dari kolaborasi dan kerja bersama seluruh pihak,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu upaya penanganan bencana yang telah dilakukan adalah pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan pada musim kemarau. Melalui koordinasi lintas sektor, Pemkab Bekasi telah mendistribusikan sebanyak 10,1 juta liter air bersih ke 296 titik wilayah yang mengalami kekeringan.
Selain penanganan kekeringan, Pemkab Bekasi juga terus melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir menjelang musim hujan. Salah satunya melalui normalisasi sejumlah aliran sungai dan saluran air, termasuk Kali CBL dan saluran sekunder di berbagai wilayah.
“Untuk persiapan menghadapi musim hujan, kami juga rutin melakukan normalisasi kali-kali yang ada di Kabupaten Bekasi, baik Kali CBL maupun saluran sekunder. Ini merupakan bagian dari upaya mitigasi agar aliran air tetap lancar dan dapat mengurangi potensi terjadinya banjir,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut turut mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
“Pada musim kemarau ini, kami berkolaborasi dengan seluruh stakeholder. Hingga saat ini, distribusi air bersih sudah mencapai lebih dari 10 juta liter. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama kondisi kekeringan masih terjadi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun hujan sempat turun beberapa kali, dampaknya terhadap kondisi kekeringan belum signifikan. Oleh karena itu, BPBD masih melanjutkan distribusi air bersih berdasarkan permintaan masyarakat maupun laporan yang diterima dari wilayah terdampak.
Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dengan pembagian wilayah layanan yang membutuhkan penanganan cukup intensif. Sumber air bersih diperoleh melalui kerja sama dengan PDAM, bantuan pihak swasta, serta dukungan PMI, termasuk penyediaan air yang telah melalui proses penyaringan sehingga dapat langsung dikonsumsi.
Disisi lain, Muchlis menyampaikan bahwa upaya antisipasi banjir juga terus dilakukan melalui normalisasi saluran air, kali, dan sungai di sejumlah wilayah. Ia berharap langkah tersebut dapat membantu mengurangi potensi banjir saat memasuki musim hujan, sekaligus menjadi bagian dari kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
“Kita berharap mudah-mudahan bencana ini bisa selesai, bisa segera berakhir. Kemudian masuk musim hujan dan kita berharap juga tidak terjadi banjir,” harapnya. (Red)



