Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintahan

Pemkab Bekasi Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi Jelang Nataru 2025

1432
×

Pemkab Bekasi Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi Jelang Nataru 2025

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi siap siaga dan antisipasi dini terhadap potensi terhadap bencana hidrometeorologi menjelang perayaan natal dan tahun baru 2025, Senin (29/12/2025).

Kabupaten Bekasi || Potretpublik — Pemerintah Kabupaten Bekasi meningkatkan kesiapsiagaan dan antisipasi dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas prakiraan cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir, longsor, dan angin kencang di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan, upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta peningkatan kewaspadaan hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, kami mengimbau seluruh aparat wilayah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Mitigasi, pemantauan cuaca, dan respon cepat harus menjadi perhatian utama, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Muchlis, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, Pemkab Bekasi telah menginstruksikan pengaktifan posko siaga bencana serta pemantauan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi, seperti BMKG, PVMBG, dan pantauan Tinggi Muka Air (TMA) dari Balai Wilayah Sungai setempat.

Baca Juga :  Perda LP2B Ditetapkan, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang: “Dukung Penguatan Pangan Berkelanjutan”

Muchlis juga menegaskan pentingnya memastikan sistem Early Warning System (EWS) bencana banjir berfungsi optimal, khususnya yang telah terintegrasi dengan Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bekasi.

“Informasi peringatan dini harus tersampaikan hingga ke masyarakat paling bawah. Peralatan diseminasi seperti sirine, kentongan, dan alat komunikasi lainnya wajib dalam kondisi siap pakai,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Bekasi mendorong peningkatan kesiapsiagaan respon, termasuk penyiapan jalur evakuasi, lokasi pengungsian yang aman, serta upaya mitigasi lingkungan seperti pembersihan saluran air dan pemangkasan pohon rawan tumbang.

Muchlis menambahkan, apabila terjadi kejadian bencana, aparat wilayah diminta segera melaporkan kepada Pusdalops BPBD Kabupaten Bekasi melalui WhatsApp 0812-1907-1900 atau Call Center 112.

Pemkab Bekasi berharap dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat wilayah, relawan, dan masyarakat, potensi risiko bencana dapat diminimalkan sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 dapat berlangsung aman dan kondusif. (Red)

Baca Juga :  Komisi II DPRD Karawang Gelar RDP Tentang Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah